Tersadar, ku setelah melihat dirimu..
Terbaring terbujur lemas tak berdaya,
Tubuhmu dingin, tak ada keraguan,
Kau pergi,
Meninggalkanku,Maafkan semua yang pernah kuperbuat,
Yang selalu menyusahkanmu,
Membuatmu kesal dan jengkel,
Namun dibalik itu semua,
Tetap tersimpan di dalam hatiku,Semangatmu yang membara, lisanmu yang menggugahku..
Tuk jadi yang terbaik,
Untukku, dirimu dan keluarga serta orang lain..
Takkan pernah bisa kubalas semua jasamu..Hanya sedikit yang sanggup ku perbuat untukmu..
Kini ku harus jalani dengan tegar,
Dunia ini tanpamu..Ku mencoba bertahan, tak mengecewakanmu..
Semoga Engkau juga mendapatkan yang terbaik Di Sana..
Selamat Jalan Ayah, Kau selalu di hati..
Dari anakmu…
© 2008, arikaka. All rights reserved.



December 6th, 2008 at 2:51 pm
[...] – buru karena keluarga saya beserta saya tentunya sedang dalam suasana duka.. Yah, kalo melihat puisi dadakan saya pasti udah tahu kan.. Maka dari itu juga, saya Cuma bisa curhat aja nih di sini.. Biar saya [...]
December 14th, 2008 at 5:12 pm
Salam kenal mas ariraka, kalo saya bapak saya yang sudah tiada…
idotkontji´s last blog post..Traffic Ranking Alexa
December 20th, 2008 at 1:49 pm
Turut berduka cita ya mas…
Btw Puisinya bagus banget pasti ayahnya bangga…
thanks atas kunjungannya
abindut´s last blog post..SENDAL JEPIT KU
October 29th, 2010 at 8:22 pm
Whuaaaa, Terpesat kemari dari ‘puisi cinta’ dari om gugel. Numpang lewat aja sambil mengucapkan salam kenal dan selamat malam. ^_^